Minggu, 04 November 2018

TUHAN MEMPERHATIKAN HIDUP KITA SETIAP HARINYA



Tuhan Memperhatikan Hidup Kita sebelum kita menyimak renungan tentang ini marilah kita bersama sama membaca ayat Alkitab di Mazmur 139 1 - 24

139:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kau maklumi.

139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah kau ketahui, ya TUHAN.

139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.

139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

139:8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.

139:9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,

139:10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.

139:11 Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"

139:12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

139:15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

139:16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

139:17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!

139:18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

139:19 Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah,

139:20 yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia.

139:21 Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau?

139:22 Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.

139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah 

139:24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Tuhan itu ternyata ada dimana mana ya, Tidak ada suatu tempat dibawah kolong langit ini pun atau bahkan di ujung bumi mana pun yang tidak Tuhan ketahui, Sebab Dia Mahatahu seperti yang dikatakan di Ibrani 4:13 " Dan tidak ada suatu maklukpun yang tersembunyi dihadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka didepan mata Dia "

Bahkan segala hal yang belum terucap dimulut kita pun Tuhan sudah tau apa yang ingin kita bicarakan atau apa yang ingin kita ungkapkan. " Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya semuanya telah kauketahui, ya Tuhan " Artinya apa ? Artinya adalah segala

Yang ada didalam pikiran dan hati kita Tuhan sudah mengetahuinya. Oleh sebab itu marilah kita datang kepada Tuhan dan Beribadahlah kepada-Nya dengan sikap hati yang benar, Tulus dan apa adanya, tidak perlu ada yang dibuat buat.

Ketika kita dihadapkan pada pergumulan hidup yang sangat berat, saat itu juga kita merasa takut dan kuatir karena kita berpikir kalau Tuhan tidak tahu apa pergumulan kita. Benar ? Kalian salah, Apapun yang terjadi dalam hidup ini Tuhan tahu persis. Yang menjadi persoalan: Kita tidak memiliki

Penyerahan diri yang penuh kepada Tuhan dan tidak mau berjalan bersama Tuhan setiap hari. Karena Tuhan mengetahui segala sesuatu yang terjadi, maka itu " Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya " 1 Korintus 10:13

Jika menyadari bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu dalam hidup ini maka kita tidak perlu takut terhadap orang yang merancangkan sesuatu yang jahat kepada kita. Selama ini ketika ada orang yang berbuat jahat terhadap kita sering kali yang timbul dalam hati dan pikiran kita

Adalah Sakit Hati, Pahit dan Benci. Lantas kita mencari cara dengan kekuatan sendiri untuk membalasnya bukan ? Ingatlah bahwa Tuhan itu tidak buta dan tidak tuli, Dia tahu apapun yang orang lain sedang rancangkan terhadap hidup kita. Tidak perlu kalian membenci dan membalasnya

Sebab pembalasan adalah Hak Tuhan bukan Hak kita! Karena Tuhan tahu persis tentang hidup seluruhnya, maka itu hendaklah kita semakin mendorong untuk hidup benar dan setia mengerjakan apapun yang Tuhan percayakan kepada kita, Sebab " Mata Tuhan tertuju kepada orang orang benar " Mazmur 34 : 16

Tidak Perlu Kita Merasa Sendirian Sebab Tuhan Selalu Ada Di Setiap Pergumulan Kita !

FIRMAN TUHAN ITU DI TABUR DAN DI PELIHARA



Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya Firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus - 2 Tesalonika 3:1-5

Mengakhiri surat 2 Tesalonika ini, Paulus memfokuskan tentang pekabaran Injil yang akan terus diberitakan dan juga yang telah diberitakan khusus di surat ini kepada jemaat Tesalonika. Sebagaimana pesan pengutusan Tuhan Yesus "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” Markus 16:15-16

Dalam memberitakan Injil, Paulus juga menyadari bahwa pekerjaan ini bukanlah hal yang mudah. Sebab banyak rintangan dalam pengajaran Injil, sebagaimana dikatakan di ayat 2 “sebab bukan semua orang beroleh iman”. Artinya, ada orang yang mau membuka hati untuk pemberitaan Injil namun ada juga yang menolak bahkan menjadi penghalang dan pengacau pemberitaan Injil.

Disamping itu juga, Paulus mengingat jemaat Tesalonika bahwa tidak selamanya dia bersama-sama dengan mereka, sebab masih banyak orang yang belum mendengar kabar baik Tuhan Yesus untuk diinjili. Maka Paulus meneguhkan mereka, bahwa Tuhan setia, bahwa Tuhan akan menguatkan dan memelihara mereka yang telah menerima Injil Kristus.

Melalui nas ini, firman Tuhan mengingatkan kita umat yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus:

1 Mendoakan Kemajuan Firman Tuhan

Iman percaya kita kepada Tuhan tidak lepas dari doa. Yang menjadi sarana komunikasi kita dengan Tuhan. Umat yang percaya kepada Tuhan Yesus bukanlah orang yang berdiri sendiri antara dirinya dengan Tuhan, namun kita berada pada persekutuan umat Tuhan dalam satu tubuh, yaitu tubuh Kristus. Maka patutlah umat Tuhan saling mendoakan sebagai salah satu wujud kasihnya kepada Tuhan dan sesama.

Sebagai umat Tuhan, kita juga patut untuk mendukung pekabaran Injil. Ada banyak misi pekabaran Injil yang sedang bekerja, tentu selayaknyalah kita mendukungnya. Jika kita tidak dapat aktif secara langsung di dalam misi pekabaran Injil, masih ada yang dapat kita perbuat, salah satunya adalah melalui doa. Sebagaimana yang Tuhan Yesus ajarkan Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Matius 9: 36-38)

2 Tetap Kuat Dan Teguh Didalam Iman

Tantangan tidak hanya terjadi pada misi pekabaran Injil, tetapi Paulus menyadari tantangan yang akan dihadapi umat yang telah percaya. Benih itu tidak hanya ditabur, tetapi setelah tumbuh harus juga dirawat dan dipelihara hingga menghasilkan buah. Maka jemaat Tesalonika yang telah bertumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus harus juga dipelihara.
Paulus menguatkan iman jemaat Tesalonika, bahwa Tuhan adalah setia. Sekalipun Paulus tidak bersama mereka, namun Tuhan senantiasa memelihara mereka. Tetapi pemeliharaan Tuhan atas mereka juga harus diterima dengan aktif, yaitu:

- Melakukan Pengajaran Yang Telah Diterima
Benih itu bisa tumbuh, namun harus tumbuh di tanah yang baik. Iman kita bisa mati jika kita menerima seperti benih yang jatuh di semak duri, jalan maupun di bebatuan. Melakukan firman Tuhan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi untuk pertumbuhan iman kita.

- Menunjukkan Hati Kepada Kasih Allah Dan Ketabahan Kristus
Tidak hanya melakukan firman Tuhan, tetapi kita juga perlu untuk menujukan hati pada Kristus, yaitu pada kasih dan ketabahanNya. Pernahkah kita merenungkan bagaimana kasih Tuhan yang besar dalam hidup kita? Pernahkah kita merenungkan bagaimana Tuhan Yesus merendahkan diriNya dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita?

CARA MENGHADAPI SEBUAH PENDERITAAN



Ibrani 5 : 7 - 10

5:7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut dan karena kesalahan-nya Ia telah didengarkan

5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya

5:9 Dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya

5:10 Dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, Menurut peraturan Melkisedek.

Allah yang menyatakan diriNya di dalam Tuhan Yesus Kristus hendak memberikan kepada kita pengajaran dan juga tiruan, agar kita mengetahui bagaimana hidup dari anak-anak Tuhan yang diselamatkan. Dalam nas ini, kita belajar suatu tiruan dari hidup Yesus di dunia; bagaimana menghadapi penderitaan. Kita dapat belajar dari Tuhan Yesus dalam menghadapi penderitaanNya

1 Doa

Dalam menghadapi penderitaanNya, Tuhan Yesus berdoa, bahkan ratap tangis (ay. 7). Yesus sendiri berdoa, apalagi kita ini yang sangat lemah tentunya tidak akan dapat lepas dari doa kepada Tuhan.

Ketika kita ada niat untuk berdoa, hal ini menandakan bahwa pergumulan itu pasti dapat kita hadapi. Ketika kita memanjatkan doa kepada Tuhan, maka itu artinya, kita tidak sendiri menghadapi pergumulan itu, tetapi kita bersama dengan Tuhan.

Doa adalah kekuatan dan peneguhan bagi kita, ketika kita memanjatkan doa, maka bukan lagi ketakutan yang menguasai diri kita, tetapi kita akan dikuasai oleh kekuatan dan keyakinan dari Tuhan. Sehingga doa itu tidak hanya sekedar permohonan, namun ketika kita berdoa saat itu juga Tuhan telah memberikan kepada kita kekuatan dan keyakinan untuk dapat menghadapi penderitaan yang kita hadapi.

2 Taat Dalam Penderitaan

Walaupun Tuhan Yesus adalah Anak, namun Dia taat dalam penderitaanNya (ay.8). Sebenarnya Dia adalah Tuhan, apa yang tidak dapat dilakukan dalam penderitaanNya. Namun Dia taat dalam penderitaanNya sampai mati di kayu salib. Hal ini menjadi tiruan yang berharga bagi kita, bagaimana kita dapat meniru ketaatan Tuhan Yesus dalam penderitaanNya.

Seperti apapun pahitnya derita dan pergumulan yang kita hadapi, tetaplah kita jalani dengan tidak gentar. Jangan pernah lari dari masalah dan jangan tinggalkan iman percayamu kepada Tuhan.

3 Menerima Dengan Iman Segala Sesuatu

Dalam penderitaanNya, Tuhan Yesus berdoa agar luput dari maut. Namun apa yang terjadi? Tetap Yesus mati dengan hina di kayu salib. Bisa muncul pertanyaan, “apakah tidak ada kuasa dari doa Tuhan Yesus?”

Jika kita melihat dan memahami perbuatan dan kasih Tuhan, bisa saja iman kita goyah bahkan meninggalkan iman kita. Namun kita harus ingat bahwa kita tidak dapat mengukur dan menilai kebesaran perbuatan Tuhan dengan pikiran dan logika kita.

Selama kita mempercayakan hidup kepada Tuhan dan tetap taat, walaupun yang terjadi tidak seperti yang kita harapkan dan pikirkan terjadi dalam hidup kita, namun yang Tuhan lakukan adalah yang terbaik bagi kita.

Apakah doa Tuhan Yesus tidak dikabulkan untuk luput dari maut? Dari logika manusia tentu jawabnya ‘tidak dikabulkan’, namun dari rencana besar Tuhan apa yang terjadi jauh lebih dari situ, lihatlah apa yang terjadi pada hari ketiga setelah kematianNya, bukan hanya Tuhan yang hidup tetapi juga memberikan kehidupan bagi setiap orang yang percaya. Demikianlah kita memahami walaupun yang terjadi dalam hidup kita tidak seperti yang kita harapkan, namun Tuhan akan berbuat jauh lebih besar, yang terbaik diberikanNya kepada kita.

BAGAIMANA CARA KITA DAPAT MENGALAHKAN GODAAN DARI DOSA



“Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Jadi jika aku perbuat apa yang tidak aku kehendaki, aku menyetujui, bahwa hukum Taurat itu baik. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku.

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.

Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.” (Roma 7:14-25)

Seruan di atas bukanlah seruan dari seorang pelacur atau pun seorang pecandu narkoba, melainkan seruan dari Rasul Paulus. Ternyata, godaan-godaan dosa dihadapi oleh semua orang, bahkan seseorang yang sangat spiritual seperti Rasul Paulus.

Hari ini saya ingin kita semua mengetahui bahwa: “Jika godaan-godaan muncul di dalam pikiran kita, bukan berarti kita telah berdosa. Sangatlah normal bagi godaan-godaan muncul di dalam pikiran kita karena kita adalah manusia. Namun, respon kita terhadap godaan-godaan itu lah yang akan menentukan dosa atau tidak dosa. Jika kita mengikuti godaan dosa tersebut, maka kita telah berdosa. Tetapi jika kita menolak godaan dosa tersebut, maka berarti kita tidak melakukan dosa.”

Nah, sekarang pertanyaannya, “Bagaimana kita dapat mengalahkan godaan-godaan dosa ini?”

Pada Matius 26:41, Tuhan Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Tuhan Yesus mengajak kita untuk berjaga-jaga.Kebenarannya, banyak dari kita sering jatuh ke dalam dosa karena kita tidak pernah berjaga-jaga. Seseorang yang tidak berjaga-jaga, ketika dikagetkan oleh temannya yang tiba-tiba muncul dari tempat persembunyian, dirinya akan mudah kaget dan terjatuh. Namun seseorang yang berjaga-jaga, ketika dikagetkan oleh temannya yang tiba-tiba muncul dari tempat persembunyian, dirinya akan tetap berdiri dengan kokoh. Maka itu teman-teman, marilah kita berjaga-jaga dengan berdoa dan membaca Firman Tuhan di dalam keseharian kita.

Lebih dari itu, kita juga harus menyadari waktu dan bentuk godaan yang paling berbahaya bagi kita, karena sesungguhnya setiap orang memiliki waktu rentan dan kelemahannya masing-masing.

Kapan kamu paling merasa tergoda untuk melakukan dosa?

1 Ketika Gagal ?
2 Ketika Sukses ?
3 Ketika Sedang Bersama Teman ?
4 Ketika Sedang Sendiri ?
5 Ketika Sedang Bosan ?

Intinya, semakin kita tau waktu yang berbahaya bagi kita, semakin kita bisa bersiap-siap di dalam menghadapinya. Berdoalah kepada Tuhan dengan meminta kekuatan pada waktu-waktu rentan itu.

Lalu Dosa mana yang paling berbahaya untukmu?

1 Pornografi ?
2 Kesombongan ?
3 Iri Hati ?
4 Dendam ?

Jika kamu sudah tau kelemahan-kelemahanmu, barulah kamu juga bisa lebih fokus dalam mengalahkannya. Berdoalah secara spesifik kepada Tuhan, godaan mana yang paling ingin kamu patahkan. PRAY, DO YOUR BEST, and GOD WILL DO THE REST!

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

Tuhan mau menolong kita kok ketika kita berseru meminta pengampunan dan pertolongan kepada-Nya. Maka itu, jangan pernah berhenti kembali kepada Tuhan dan meminta kekuatan kepada Tuhan. Dia mengasihimu dan Dia ingin menolongmu dalam mengalahkan setiap godaan yang menyerang hidupmu.

“Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibrani 4:14-15)

Juruselamat kita pun terus menerus digoda ketika Dia berada di bumi. Artinya, Dia mengerti rasanya digoda—dia mengerti kesulitan-kesulitan kita. Namun, Dia tidak pernah sekali pun jatuh ke dalam godaan-godaan itu. Artinya, Dia telah berhasil mengalahkan godaan-godaan itu dengan sempurna, dan Dia mampu menunjukkan kepada kita cara untuk mengalahkannya. Tuhan Yesus Memberkati.

Kamis, 01 November 2018

CARA MENGUBAH KEINGINAN YANG SIA SIA



Saudaraku, kita harus mulai menyadari dengan pikiran yang positif, dan mempertanyakan pada diri kita pribadi lepas pribadi, setiap keinginan atau hawa nafsu diri yang ada atau yang timbul di dalam hati dan pikiran kita, apakah keinginan itu memiliki dampak yang bernilai kekal atau tidak.

Jika keinginan yang ada dalam hati dan pikiran kita, adalah merupakan keinginan yang tidak bernilai kekal, tidak berdampak pada masa depan kehidupan kita di dalam kekekalan nanti, maka kita harus mulai bisa meredam semua keinginan tersebut, sampai pada akhirnya kita bisa melepaskan semua keinginan itu satu per satu.

Tentu untuk merubah keinginan itu tidak mudah, apalgi keinginan itu menyangkut dengan kesenangan diri, hobi, dan bermacam hal lainnya yang kita anggap itu menyenangkan bagi kita.

Hal ini akan sangat sulit untuk dilepaskan. Tetapi bukan berarti tidak bisa dilepaskan, sebab yang menjadi persoalannya hanya satu yaitu, kita mau untuk melepaskannya atau tidak.

Kalau kita tidak mau melepaskan semua keinginan atau hawa nafsu diri ini, berarti kita tidak mau berubah, dan itu artinya kita tidak memikirkan dengan serius masa depan kehidupan kita di kekekalan nanti.

Semua keinginan diri yang dianggap itu bisa menyenangkan bagi diri kita, dan bisa kita nikmati selama hidup di dunia ini, adalah merupakan hawa nafsu yang akan berdampak buruk bagi hidup kita di kekekalan nanti. Bertalian dengan keinginan atau hawa nafsu diri ini, mari kita lihat kembali apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

Yakobus 4:1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Dari kebenaran firman Tuhan diatas, sudah jelas bagi kita, bahwa tidak ada sesuatu yang benilai kekal dari setiap hawa nafsu diri yang ada di dalam hati dan pikiran kita, malahan sebaliknya, setiap hawa nafsu diri itu pada akhirnya akan membuat kita menjadi musuh Allah, sebab akibat dari keinginan atau hawa nafsu yang kita miliki  membuat kita lebih memilih bersahabat dengan dunia, dan firman Tuhan katakan persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah.

Jika demikian sekarang kita harus memilih, mau menjadikan diri kita musuh Allah, atau mau menjadikan diri kita sebagai anak-anak Allah. Setiap orang memiliki kehendak bebas untuk menentukan apa yang ia inginkan.

Tetapi sebagai hamba Allah saya hanya ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa menjadi musuh Allah, itu artinya kebinasaan kekal telah menunggu di balik kematian. Dan orang yang masuk dalam kebinasaan kekal, sekali lagi saya harus katakan itu adalah sebuah kengerian yang dahsyat, karena api itu tidak pernah padam sampai selama-lamanya.

Cara Merubah Keinginan Diri

Mungkin sekarang yang menjadi pertanyaan bagi setiap orang yang mau berubah adalah, bagaimana caranya merubah keinginan diri yang sia-sia?. Jika saudara mau berubah, maka mulailah dengan membaca firman Tuhan setiap hari.

Jadi memberikan waktu khusus paling tidak 30 menit setiap hari membaca firman Tuhan. Hal ini akan lebih bernilai dari pada 30 menit kita pakai hanya untuk membaca status teman, atau status orang lain di soscial media seperti facebook, Twitter, Instagram, yang lebih banyak hanya mengungkapkan sakit hatinya terhadap orang lain, atau memaki orang lain.

Membiasakan diri membaca firman Tuhan setiap hari, pada akhirnya akan membuat kita semakin mengerti apa yang Tuhan mau atau apa yang Tuhan kehendaki. Dengan semakin mengerti apa yang Tuhan mau, maka kita akan terbiasa untuk hidup melakukan kehendak Tuhan.

Hidup melakukan kehendak Tuhan harus menjadi satu-satunya filosofi hidup kita, selama kita hidup di dunia ini, sebab melakukan kehendak Tuhan adalah kunci kesuksesan hidup yang akan membawa kita untuk menerima mahkota kehidupan dan kemulian kekal yang telah Allah sediakan bagi setiap orang yang hidup mengasihi Dia.

Pada akhirnya saya harus berkata; “Ingat baik, apa yang kita tabur saat ini, akan kita tuai nanti di kekekalan, menabur dalam hawa nafsu akan membuat kita menuai kebinasaan, tetapi menabur dalam hidup melakukan kehendak Tuhan akan membuat kita menuai hidup dalam kemuliaan di Kerajaan Allah Bapa di sorga, sampai selama-lamanya.”

Kiranya motivasi ini semakin membuat kita menyadari bahwa hawa nafsu diri tidak pernah mengerjakan sesuatu yang baik bagi kehidupan kita di kekekalan nanti. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

TUHAN YESUS ADALAH TELADAN HIDUP BAGI ORANG YANG PERCAYA



Saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, kalau kita hanya hidup sekedar sebagai orang yang beragama kristen, maka kita tidak bisa menunjukan kepada dunia bahwa kristen itu adalah jalan hidup. Sebab sudah seringkali saya katakan, Kristen itu bukanlah agama, tetapi jalan hidup.

Untuk menunjukan kepada dunia bahwa Kristen adalah jalan hidup, maka kita harus bisa menunjukan gaya hidup kekristenan yang sejati. Dan hidup kekristenan yang sejati itu hanya ada satu cara yaitu, kita harus menjadikan Kristus sebagai teladan hidup selama kita menumpang di dunia ini.

Ini artinya dalam seluruh gerak kehidupan kita, gaya hidup Tuhan Yesus-lah yang harus nampak terlihat nyata dari kehidupan kita. Sebab jika tidak, maka kita tidak bisa menunjukan gaya hidup kekristenan yang sejati kepada dunia. Pada akhirnya di mata dunia, Kristen tidaklah berbeda dengan agama-agama pada umumnya yang ada di dunia ini.

Kalau kita mengaku sebagai orang yang percaya kepada Allah dalam Tuhan Yesus Kristus, maka cara hidup Tuhan Yesus-lah yang harus kita teladani. Tentu bukan gaya hidup Tuhan Yesus secara jasmani atau fisik yang harus kita teladani, akan tetapi gaya hidup manusia batiniahnya yang harus kita teladani.

Hal itu harus terlihat jelas dari, sikap, tindakan, perkataan, perbuatan, bahkan sampai kepada gerak pikiran dan perasaan kita harus nampak jelas dalam kehidupan kita sama seperti gaya hidup Tuhan Yesus. Itulah kenapa firman Tuhan katakan dalam;

Filipi 2:5

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Orang percaya yang tidak pernah berusaha untuk mengenakan pikiran dan perasaan Kristus dalam hidupnya, maka hidupnya tidaklah berbeda dengan orang-orang dunia pada umumnya, atau sama dengan orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus.

Jadi dalam hal ini, kalau kita mengaku sebagai orang percaya tetapi cara hidup kita tidak mengikuti teladan Tuhan Yesus, maka kita bukanlah orang percaya. Sebab kalau mau di akui sebagai orang percaya yang benar, kita bukan hanya percaya pada fakta sejarahnya saja.

Fakta sejarah yang saya maksudkan disini adalah, kita percaya Tuhan Yesus telah datang ke dunia, Ia telah rela menderita sampai mati di atas kayu salib demi untuk menebus dosa seluruh umat manusia, lalu pada hari yang ke tiga Ia telah bangkit dari antara orang mati, dan sekarang sudah kembali naik ke sorga. Ini semua adalah fakta sejarah yang kita percayai.

Kalau benar kita percaya kepada Tuhan Yesus, seperti yang firman Tuhan katakan bahwa Ia adalah jalan dan kebenaran dan hidup, maka seharusnya yang kita teladani itu adalah cara hidup-Nya, sebab cara hidup Tuhan Yesus itulah yang berkenan di hadapan Allah Bapa di sorga. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes 14:6

14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kalau kita lihat apa yang firman Tuhan katakan, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup” ini artinya, kalau kita mencintai hidup, tentu yang dimaksudkan bukanlah hidup di dunia saat ini, tetapi yang dimaksudkan disini adalah kehidupan kekal, maka untuk berjalan menuju kehidupan kekal itu, Tuhan Yesus-lah satu-satu arah jalan yang benar untuk menemukan hidup itu.

Seringkali di dalam doa kita berseru kepada Allah dengan seruan “Ya Abba, ya Bapa” artinya di dalam doa itulah kita selalu menempatkan diri kita sebagai anak-anak Allah, sehingga kita bisa berseru ya Bapa, dan seruan itu memiliki muatan pengertian bahwa Bapa kita yang sesungguhnya ada di sorga, dan itu juga artinya kita memiliki pengharapan bahwa suatu saat nanti kita akan pulang ke sorga.

Supaya kita bisa pulang ke sorga dan bisa berjumpa dengan Bapa, maka Bapa telah menunjukan dan memberikan jalan yang benar sehingga kita tidak tersesat. Dan jalan yang benar menuju rumah Bapa adalah melalui Yesus. Itulah kenapa dalam firman Tuhan yang kita baca diatas dikatakan, “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Tentu melalui Aku disini menunjuk kepada Tuhan Yesus.

Setiap orang yang percaya kepada Yesus maka mereka juga diakui sebagai anak-anak Allah, jika mereka hidup melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Dan cara hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga yaitu cara hidup yang telah ditunjukan oleh Tuhan Yesus.

Cara hidup Tuhan Yesus yang begitu nyata adalah ketika Ia taat melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga, sekalipun saat Tuhan Yesus memilih untuk taat melakukan kehendak Bapa, itu artinya ada penderitaan yang luar biasa yang harus Tuhan Yesus jalani.

Ketaatan Tuhan Yesus dalam melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, nampak jelas dalam doa-Nya kepada Bapa di sorga, saat Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani. Dan dalam doa-Nya Tuhan Yesus berkata kepada Bapa;

Matius 26:39

26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Kalimat doa Tuhan yesus, “tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Ini adalah kalimat doa yang penuh dengan muatan ketaatan penuh tanpa syarat dalam melakukan kehendak Bapa-Nya, sekalipun itu artinya Tuhan Yesus harus menanggung penderitaan yang hebat.

Kalimat doa seperti ini adalah salah satu contoh hidup yang juga harus terlihat jelas dalam hidup kita. Artinya dalam hidup ini, kita tidak lagi melihat kepentingan diri sendiri menjadi hal yang harus diutamakan, tetapi kita mau tanggalkan semua kepentingan diri sendiri dan kita mau bertanya kepada Bapa, “Apa yang harus saya perbuat ya Bapa, supaya hidupku memuliakan Engkau.”

Sekalipun dalam hidup ini kita harus melewati banyak penderitaan, kesusahan, bahkan pencobaan, kita akan tetap melihat bahwa hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga adalah harga yang harus dibayar.

Jadi sesungguhnya Tuhan Yesus-lah model manusia yang dikehendaki oleh Allah Bapa sebagai teladan hidup bagi setiap orang percaya. Oleh sebab itu kalau kita mengaku percaya kepada Tuhan Yesus tetapi tidak mengikuti cara hidup-Nya dalam ketaatan melakukan kehendak Bapa, maka percaya kita menjadi sia-sia, dan itulah yang firman Tuhan maksudkan di dalam;

Matius 7:21

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Firman Tuhan ini adalah perkataan Tuhan Yesus sendiri. Jadi sekalipun sepanjang umur hidup ini kita berdoa dan berseru memanggil nama Tuhan dengan panggilan Bapa, itu tidak berarti apa-apa, bahkan itu tidak akan menyelamatkan, kalau kita tidak hidup melakukan kehendak Bapa di sorga seperti yang sudah Tuhan Yesus tunjukan.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin sadar bahwa, percaya kepada Tuhan Yesus tidak akan membawa kita kepada keselamatan kalau kita tidak hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

PENGENALAN AKAN INJIL YANG BENAR DI MATA TUHAN



Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, Saudaraku, sebagai orang percaya kita harus terus belajar mengenal injil dengan benar,dan untuk mengenal injil dengan benar maka kita juga harus mengerti dengan benar pengertian injil.

Kata injil dari bahasa Yunani memakai kata “euanggelion”. Kata ini terdiri dari kata (eu = indah) sedangkan (anggelion = berita). Dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadi a reward for good tidings. Namun seiring dengan perkembangan maka kata reward kemudian di hilangkan sehingga terjemahannya menjadi the good news.

Apa Itu Injil
Dari terjemahan tersebut kita bisa mengerti sekarang pengertian apa itu injil, dimana selama ini sebagai orang percaya kita tahu kalau injil itu artinya kabar baik. Sayangnya banyak orang percaya selama ini hanya memahami injil sebagai kabar baik saja, tanpa berusaha untuk mengetahui maksud yang sebenarnya dari kabar baik tersebut.

Kalau kita telah mengerti bahwa injil itu adalah kabar baik, maka kita tidak boleh berhenti hanya sampai pada pemahaman itu saja, akan tetapi pengertian injil atau kabar baik itu harus dimengerti dengan benar, dan harus dilihat dari sudut pandang yang benar.

Yang menjadi fokus kita saat ini adalah kata “baik”. Disini kita harus melihat kata baik ini dari sudut pandang yang benar, yaitu baik menurut siapa dan yang bagaimana?. Itu yang menjadi pertanyaannya.

Kalau kita tahu bahwa injil itu adalah kabar baik, dan kita juga tahu bahwa injil itu datangnya dari Allah, maka kata baik itu harus dilihat dengan pengertian yang benar yaitu, baik menurut sudut pandang Tuhan dan bukan menurut sudut pandang manusia.

Itulah kenapa, setiap kita sebagai orang percaya barulah bisa mengerti injil dengan benar apabila kita mau mengenakan pikiran Tuhan. Dengan demikian, kita tidak boleh lagi menggunakan pikiran dan konsep kita, yang telah dicemari oleh cara berpikir dunia, apabila kita mau memahami akan kebenaran injil dengan benar.

Konsep berpikir yang salah inilah yang terjadi saat Petrus berpikir apa yang akan dibuatnya itu baik menurutnya, untuk kebaikan Tuhan, ternyata apa yang Petrus pikirkan tidak sesuai atau bukan yang baik menurut pikiran Tuhan. Inilah yang ditulis didalam;

Matius 16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”

16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Cara berpikir Petrus yang tidak sesuai dengan pikiran Allah menunjukan bahwa semua hal yang dipikirkan tidak sesuai dengan pikiran Allah, maka itu berasal dari iblis, dan tentu hal itu bisa mengganggu rencana Allah. Itulah kenapa Tuhan Yesus katakan kepada Petrus, “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Jadi bila kita ingin untuk memahami apa yang baik menurut Tuhan, maka kita juga harus mengenakan pikiran Tuhan, supaya kita bisa mengerti jalan pikiran Tuhan.

Bila kita melihat pada kebenaran firman Tuhan diatas, maka apa yang terjadi adalah hal yang berhubungan dengan keselamatan, dimana Tuhan Yesus memikirkan hal yang baik untuk keselamatan manusia, namun sebaliknya Petrus memikirkan hal yang berbeda, atau hal yang tidak sesuai dengan pikiran Tuhan.

Berkaitan dengan keselamatan, bila kita tidak bisa memahami apa yang menjadi pikiran Tuhan, keinginan Tuhan, kehendak Tuhan, maka kita tidak akan mungkin bisa hidup sesuai dengan kemauan Tuhan, atau dengan kata lain kita tidak akan pernah bisa melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan, dan ini artinya kita tidak akan mungkin bisa memahami arti keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus. Padahal keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus itulah yang menjadi inti dari injil atau dari kabar baik itu.

Dengan demikian jika setiap orang percaya tidak mau merubah pola pikirnya yang tidak sesuai dengan pikiran Tuhan, maka dengan sendirinya ia tidak akan mungkin mengalami keselamatan di dalam Kristus. Karena keselamatan di dalam Kristus itu bisa terjadi apabila kita mau hidup menurut apa yang Tuhan kehendaki. Hidup menurut apa yang Tuhan kehendaki artinya hidup melakukan kehendak Tuhan.

Orang yang tidak mengerti akan pikiran Tuhan, itu sama dengan tidak mengerti apa itu injil Kerajaan Sorga, artinya tidak mengerti kabar baik tentang keselamatan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus.

Injil tidak memiliki tujuan yang lain, selain keselamatan di dalam Kristus, dimana dengan berita injil inilah, maka manusia dapat beroleh keselamatan didalam Kristus, dan diubah sesuai dengan rencana Allah semula saat menciptakan manusia supaya serupa segambar dengan Allah.

Jadi injil atau kabar baik itu harus dilihat dari sudut pandang yang benar, dan sudut pandang yang benar itu adalah sudut pandang yang baik menurut Tuhan kepada manusia, dan yang baik menurut Tuhan kepada manusia itu adalah keselamatan manusia di kehidupan kekal atau di kehidupan yang sesungguhnya.

Disinilah kita sekarang bisa memahami betapa pentinggnya pengenalan akan injil yang benar bagi setiap orang percaya. Karena bila orang percaya tidak memahami akan injil dengan benar maka keselamatan yang di terima didalam Tuhan Yesus Kristus menjadi sia-sia, sebab apa yang Tuhan Yesus ajarkan di dalam injil tersebut adalah cara hidup yang harus dilakukan oleh setiap orang yang mengaku percaya kepadaNya, dan cara hidup yang diajarkan oleh Tuhan Yesus itulah yang Allah Bapa di sorga kehendaki.

Melakukan apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, itu berarti melakukan kehendak Allah, dan orang yang melakukan kehendak Allah, bukan saja diselamatkan untuk terhindar dari api neraka, akan tetapi juga diterima didalam Kerajaan Allah. Dan kita harus memahami bahwa terhindarnya kita dari api neraka dan diperkenankannya kita masuk dan tinggal dalam kerajaan Allah adalah merupakan buah dari keselamatan karena hidup melakukan kehendak Allah.

Itulah kenapa pentingnya orang percaya harus mau mengenakan pikiran dan perasaan Kristus dalam hari-hari hidupnya, supaya ia mampu untuk memahami apa yang Tuhan kehendaki, yaitu segala sesuatu yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna, dan cara hidup orang percaya seperti inilah yang akan memberikan buah dari keselamatan yang kita terima di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Kiranya kebenaran ini akan semakin membuat kita untuk terus belajar pengenalan akan injil yang benar menurut sudut pandang Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

TRANSFORMASI SEORANG PENDOSA MENJADI HAMBAT TUHAN

Kisah Para Rasul 9:1-18 dengan judul perikop tentang pertobatan Saulus. Bila setiap kita membaca Firman Tuhan tentu sangat mengenal si...